Minggu, 14 Juni 2015

                                    Ghost In The Library (Part5)
"Richie? Kok Richie ada di kelompok kita, Vell?" tanyaku. Vellissa tertawa. "Hahaha, jadi kamu belum tahu, dikelas, ada dua orang anak bernama Richie. Yang satu Richie Rich, yang satu Richie Fernando. Jika Richie Rich tidak ada, maka kami memanggil Richie Fernando Richie!" jelas Vellissa. "Ada apa, sih, manggil-manggil aku?" Richie keluar. "Hm, tidak ada apa-apa. Ayo, kita ke kamar!" ajak Vellissa. Kami mengangguk. "Kenapa lama sekali datangnya?!" tegur Marco. Dia terkenal agressif, tegas karena dia adalah ketua kelas. "Ma..maaf," aku meminta maaf. "Sebagai hukuman karena terlambat, kamu harus berdiri dengan mengangkat satu kaki sampai kami selesai!" katanya. "Aduuh, Marco! Kamu ini apa-apaan sih? Dia itu anak baru, belum mengerti apa-apa. Memangnya kamu siapa? Ketua kelas?!" Vellissa berdebat. Aku kaget melihatnya berkata bahwa Marco bukan ketua kelas. "Maaf, Viona. Dia memang suka berbohong," katanya. Aku menganggukkan kepala.

*******
"Assalamualaikum, ma, aku pulang!" teriakku saat menginjakkan kaki di lantai rumah baruku. "Iya, nak, ganti baju, makan siang, lalu tidur siang!" syarat mama. "Oke ma!" jawabku.

*******
Ini menunjukkan pukul 19:00 WIB, jam tujuh malam. Aku pergi ke perpustakaan dan memulai belajar sendirian. Tiba-tiba, ada sebuah buku jatuh sendiri tanpa ada yang menjatuhkannya. Disini hanya ada aku seorang dan angin tidak terlalu kencang. Kutaruh buku itu dan kembali belajar. Angin dingin berhembus mengenai kulitku. "Brr! Dingin sekali!" gumamku. Pantas saja, jendelanya terbuka. Namun, bagaimana bisa terbuka? Aku sendiri melihat jendela itu tertutup. Kututup lagi jendela itu dan bergegas pergi ke kamar karena jam sudah menunjukkan jam 21:00.

Udah ya, belum ada ide lagi nih!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar