Hai, ketemu lagi nih, sama aku. Aku akan menceritakan pengalamanku saat pentas di panggung Milad IX SDIT Wahdatul Ummah. Aku bersama teman-temanku di English Club, kecuali mbak Syifa, karena dia sudah mengikuti drama besarnya. Dan juga Icha, karena dia sudah menjdai narator Milad. Jadi, dia tidak ikut, deh! Kami tampil menggunakan bahasa Inggris, yang pasti harus dihafalkan dong! Jadi, awalnya aku dapat peran sebagai antagonis, peranku sebagai orang jahat yang suka menghina orang yang tak lain adalah Uwais Al-Qarni. Namun, peranku diganti dengan seorang temanku bernama Ashfa. Peran Ashfa menjadi anak nakal yang tidak mau bangun tidur dan bandel. Ibuku sendiri adalah mbak Najma, lihat ya, alur ceritanya!
Pertama, ada mbak Anggun yang menjadi anak baik dan taat pada ibunya. Saat itu, ibunya mbak Anggun mencari mbak Anggun. Namun, ibunya mbak Anggun menemukan anaknya sedang berdo`a untuk kedua orangtua. Namun, artinya tetap memakai bahasa Inggris lho! Stelah itu, aku dan mbak Najma beraksi. Disana, aku tidur menggunakan sebuah boneka dan sebuah selimut. "Oh my God, Mitha, wake up, your`e late already. Don`t you go to school? Wake up Honey," mbak Najma membangunkanku karena perannya saat itu menjadi ibuku. "Mmmh, mom, i`am so sleepy!" aku membentak ibuku. "Don`t you go to school?" ibuku bertanya. "It still morning mummy," aku berkata pada ibuku. "Don`t you pray Shubuh? It`s a half past five already" kata mbak Najma. "Mmmh!" aku kesal dan pergi dari hadapan ibuku. Sebenarnya, dibelakang panggung itu ramai. Jadi, pas seharusnya aku bilang "Mom, i wanna go to school" itu aku nya tidak ada. Lalu, jaket yang kupakai juga belum di lepas. Aku pura-pura kesal. Namun, aku tak bisa menahan tawaku dari para penonton. Dan, mulailah perkataanku : "It such a bad day! I`m free, i can do everything i want! This is me! She has to understand me! Uuuh!!" aku merengut kesal dan saat itu, kakak kelasku datang. "What`s going on?" tanya mbak kelasku bernama Najwa. "I`m bored in the house" jawabku. "Are you ok? Is there something trouble?" mbak Najwa bertanya lagi. Dan, saat itu, temanku bernama Muthia datang membawa candaan. "It looks you have a trouble in your life. Do you want to see One Direction?" Muthia berkata padaku. Karena aku sedang kesal lalu dipermainkan, wajahku semakin masam. "Haha, just forget it Mitha, you will not meet him. He nevere what about you!" ledek Syafiq, teman laki-laki ku.
Sudah ya, tanganku sudah pegal nih!
Ayo, dong, beri komen pengalamanku ya! :)
BalasHapusIyaa
Hapus